Setelah Pasien Pulang, Perjuangan Belum Usai: RSKO Jakarta Hadir dalam Peringatan HKJS 2026

tari

Setelah Pasien Pulang, Perjuangan Belum Usai: RSKO Jakarta Hadir dalam Peringatan HKJS 2026

JAKARTA – Pemulihan kesehatan jiwa tidak selalu berakhir ketika pasien meninggalkan rumah sakit. Justru setelah kembali ke rumah, berkumpul bersama keluarga, dan beradaptasi dengan lingkungan sosial, tantangan baru dapat muncul. 

Karena itu, dukungan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam membantu seseorang menjalani proses pemulihan secara optimal.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2026 melalui kegiatan seremonial dan Semiloka yang diselenggarakan oleh RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan bersama Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Indonesia (ARSAWAKOI), pada 9–10 Oktober 2026 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

Mengusung tema “Beyond Discharge: Menjawab Tantangan Kesinambungan Pelayanan Kesehatan Jiwa dari Rumah Sakit ke Komunitas”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kesinambungan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia.

…

Pemulihan Tidak Berhenti di Pintu Rumah Sakit

Kepulangan pasien merupakan salah satu tahapan penting dalam pelayanan kesehatan. Namun, keberhasilan pemulihan juga bergantung pada kesiapan pasien menghadapi kehidupan sehari-hari setelah menjalani perawatan.

Pasien membutuhkan lingkungan yang mendukung, keluarga yang memahami kondisi mereka, serta akses terhadap layanan kesehatan lanjutan. Dalam hal ini, Puskesmas, komunitas, tenaga kesehatan, dan caregiver memiliki peran yang saling melengkapi.

Pembahasan dalam Semiloka HKJS 2026 menekankan pentingnya layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi, penguatan layanan berbasis komunitas, kesinambungan perawatan, serta pemberdayaan keluarga dan caregiver. Pelibatan penyintas dan keluarga dalam penyusunan kebijakan juga menjadi perhatian penting.

Pendekatan tersebut mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan jiwa tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan sosial, hubungan keluarga, dan kualitas hidup individu.

…

RSKO Jakarta Perkuat Kolaborasi Pelayanan

Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan HKJS 2026 sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pelayanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat di Indonesia.

RSKO Jakarta hadir bersama jajaran direksi, yaitu Direktur Utama dr. Yuwanda Nova, S.H., M.H., MARS; Direktur Medik dan Keperawatan dr. Anas Ma'ruf, MKM; serta Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Tiomaida Seviana H. Hasugian, S.H., MAP.

Partisipasi tersebut juga melibatkan para Manajer, Kepala Instalasi, dokter Psikiatri, Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Lainnnya, serta tim pagelaran seni dan budaya.

Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa penguatan pelayanan kesehatan jiwa membutuhkan kerja sama lintas profesi dan institusi. 

Melalui kolaborasi, diharapkan pelayanan dapat semakin terhubung dan mampu menjawab kebutuhan pasien, baik selama menjalani perawatan maupun setelah kembali ke masyarakat.

…

Mendengarkan Suara Penyintas dan Keluarga

Salah satu prinsip penting yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah “Nothing about us without us”, yang berarti tidak ada keputusan tentang kami tanpa melibatkan kami.

Prinsip ini menegaskan bahwa penyintas bukan sekadar penerima layanan, melainkan individu yang memiliki pengalaman, kebutuhan, harapan, dan hak untuk terlibat dalam proses perbaikan pelayanan.

Keluarga dan caregiver juga perlu memperoleh edukasi serta pendampingan agar mampu memberikan dukungan secara tepat. Pelayanan yang berpusat pada individu harus melihat seseorang secara utuh, bukan hanya berdasarkan diagnosis atau kondisi kesehatannya.

Penguatan layanan komunitas, deteksi dini, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, serta kolaborasi lintas sektor turut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan yang lebih responsif.

…

Membangun Masyarakat yang Peduli Kesehatan Jiwa

Peringatan HKJS 2026 menjadi pengingat bahwa tanggung jawab terhadap kesehatan jiwa tidak hanya berada di tangan rumah sakit. Puskesmas, keluarga, komunitas, caregiver, dan berbagai sektor terkait memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pemulihan.

Bagi RSKO Jakarta, keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung pelayanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat yang berkesinambungan serta berorientasi pada kebutuhan pasien.

Pada akhirnya, keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dilakukan selama pasien berada di rumah sakit, tetapi juga oleh dukungan yang mereka terima setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Sebab, ketika pasien pulang, perjuangan belum usai. Pemulihan membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, keluarga yang memahami, dan masyarakat yang bersedia menerima tanpa stigma. Kesehatan jiwa adalah tanggung jawab bersama, dan kepedulian tidak seharusnya berhenti ketika perawatan di rumah sakit berakhir.